Hari Anti Korupsi
Diposting oleh
DANIS
on Friday, 9 December 2016
/
Comments: (0)
Berkuliah di PKN STAN merupakan salah satu anugerah besar yang Allah berikan kepada saya. Hari itu ketika Allah mengizinkan nama saya tercantum dalam pengumuman kelulusan penerimaan mahasiswa baru PKN STAN saya melihat orang tua saya menangis. Menangis karena bahagia, menangis karena bangga, menangis karena mereka menyadari bahwa Allah senantiasa mendengar doa mereka.
Waktu berlalu begitu cepat dan saya telah melewati UTS pertama saya. Saat ini saya teringat kembali masa-masa dimana saya harus melalui serangkaian tes untuk dapat mengenyam pendidikan di sini. Tak pernah sekalipun orang tua saya hadir ketika saya menempuh rangkaian tes tersebut bahkan mengantarkan pun tidak. Satu kalimat yang diucapkan oleh ibu saya, "Mimih mau disaat kakak tes mimih berada di atas sajadah, berdoa buat kakak supaya dilancarkan tesnya." Kalimat itu sangat menampar saya ketika saya sempat merasa iri kepada orang-orang yang datang untuk tes dengan diantar bahkan didampingi oleh orang tuanya.
Mengenang masa-masa itu membuat saya merasa sangat bersyukur. Seperti kalimat yang dikutip dari lirik salah satu lagu JKT48, "Usaha keras itu tak akan mengkhianati." Juga bait-bait doa yang selalu dipanjatkan orang-orang yang menyayangi kita yang akan mengantarkan kita pada akhir dari sebuah tujuan yang mulia.
Namun, terlepas dari masa-masa sulit saat ujian saringan masuk, siapkah kita untuk menghadapi ombak yang lebih besar?
Saat orang-orang tahu bahwa saya diterima di jurusan pajak PKN STAN, tahukah kamu kalimat seperti apa yang pertama kali mereka lontarkan? Kalimat pujian kah? Iya mereka memuji, mereka mengatakan bahwa saya hebat, namun ada satu kalimat lain yang membuat hati saya terluka. Mereka berkata, "Wah nanti kerja di pajak, lahan basah tuh, gampang kalau mau korupsi." Memang masyarakat masih belum melupakan kasus Gayus atau bahkan mereka tidak akan pernah melupakannya. Seperti peribahasa 'karena nila setitik, rusak susu sebelangga' kasus Gayus ini ikut menyeret alumni maupun mahasiswa PKN STAN kepada label koruptor atau benih-benih koruptor. Padahal yang kita ketahui bahwa kampus kita tercinta ini sangat bersih dari KKN lalu bagaimana bisa benih-benih koruptor tumbuh di sini? Kita sangat menjunjung tinggi integritas. Mau nyontek atau curang? DO ganjarannya. Di sini kami dididik dan diajarkan nilai-nilai Kementerian Keuangan guna menjadi insan Kementerian Keuangan yang baik ke dalam maupun ke luar. Artinya tak hanya baik bagi instansi tetapi juga baik bagi masyarakat. Sehingga menurut saya pribadi stigma masyarakat tentang benih-benih koruptor tak pantas ditujukan pada kampus Ali Wardhana ini.
Berbicara soal korupsi saya ingin mengaitkannya dengan cerita saya di atas. Terpikirkan oleh saya bagaimana perasaan orang tua saya ketika anak yang menjadi kebanggaannya terlibat kasus korupsi, pun masyarakat yang telah berpikiran bahwa kuliah di PKN STAN memudahkan kita untuk bebas menggerogoti uang rakyat. Orang tua saya akan kembali menangis. Bukan menangis seperti ketika saya diterima di kampus ini. Mereka menangis kecewa. Sudah berapa banyak jam tidur mereka korbankan demi bangun di sepertiga malam? Sudah berapa banyak keringat mereka teteskan agar kebutuhan saya selalu terpenuhi? Dan kini sanggupkah saya merusak harapan kedua orang tua saya? Sanggupkah saya melukai hati mereka? Sanggupkah saya melihat orang tua saya dicaci maki karena anaknya seorang koruptor? Sanggupkah saya mengkhianati pengorbanan mereka demi mengantarkan saya menuju sukses? Jawabannya saya tidak sanggup dan tidak akan pernah sanggup.
Hari ini bertepatan dengan Hari Anti Korupsi saya sebagai mahasiswa PKN STAN memilih untuk berintegritas. Mengabdi demi Negara, demi masyarakat, dan yang terpenting demi kedua orang tua saya.
#SPEAKSTAN
#SinergywithinIntegrity
#IntegritasTanpaBatas
#HariAntiKorupsi
15 Reasons Why I Love Him
Diposting oleh
DANIS
on Monday, 10 October 2016
/
Comments: (0)
Hai
guys, masih ingatkah kalian sama gue?
Mungkin sebagian dari kalian ada yang masih ingat gue dan sebagian lainnya ada
yang gabisa lupain gue hehehe. Fyi tanggal
1 Oktober kemarin itu hari Sabtu mensiversary
gue yang ke lima puluh sekian—wait gue
hitung dulu—tepatnya yang ke-54. Penting gak sih? Enggak penting deh ya…tapi
jangan emosi dulu, ini ada kaitannya dengan apa yang akan gue tulis hari ini
kok. Meski mensiv nya udah lewat 10
hari tapi gak apa-apa kan gue berbagi cerita tentang sosok yang selama ini
menyandang status sebagai pacar gue? Tidak bermaksud untuk pamer kok—lagian apa
yang mau dipamerin?—tulisan ini murni sebagai apresiasi gue kepada sosok yang
sangat tabah menghadapi gue.
Seperti
yang kita lihat dari judul tulisan ini, tulisan ini akan berisikan 90% konten
tentang sosok seorang laki-laki yang saya cintai. (Gila ga konsisten banget
tadi bilang gue sekarang bilang saya xD *abaikan*) Jadi, simak ya 15 alasan
kenapa kok gue bisa suka banget sama seorang Fariz Naufal.
- RAPIH, gue nggak tau bagaimana penampilan dia sehari-hari karena kita LDR tapi yang pasti setiap jalan berdua dia selalu tampil rapih dan nggak neko-neko. Demi apapun gue kurang suka sama cowok yang stylenya aneh-aneh, kekinian, atau semacamnya. Gue lebih suka cowok yang tampil rapih dan sederhana, nggak peduli dia cuman pakai celana jeans sama kaos terus pakai sepatu canvas biasa, for me an outfit like that is so much better than gaya anak-anak yang kekinian yang biasanya pakai snapback, celana dipelorotin, dll.
- Fariz selalu tampil apa adanya, gue nggak pernah mengalami kasus ketemu dia dengan potongan rambut yang aneh-aneh. Yakin 100% setiap dia potong rambut pasti cuman dipendekin, dirapihin, dan pokoknya yang wajar-wajar aja lah. Gue bahkan nggak pernah liat dia pakai gel/pomade yang biasa dipakai cowok-cowok untuk ngebentuk rambutnya sesuka hati, klimis, mencuat, dll. I love him just the way he is.
- I love his eyes. Entah kenapa gue prefer cowok bermata sipit. Tatapannya itu mendominasi dan mengintimidasi.
- I love his smile, it showed me a double dimples on his cheeks and he looks more adorable in that case. Cowok berlesung pipit itu manis fix gue nggakuku dan nggaknana deh.
- I love his jaws too. Demi apapun cowok dengan rahang tegas itu kelihatan selalu bersikap kalem dan dewasa. Nggak masalah walau cuman kelihatannya aja, bagiku suatu penampakan itu sangat berarti.
- Gue nggak pernah menyangka kalau orang seperti Fariz punya suara yang arrrggghhhhhh bikin gue ketagihan. I love his voice more than I love banana and I love banana so muchhhh.
- Gue suka cowok bersih, gue suka cowok wangi, gue suka cowok yang nggak ngerokok, gue suka cowok yang nggak dekil, dan Fariz masuk kategori itu semua. Yey.
- Gue suka sama cowok yang harmonis sama keluarganya. Gue tahu Fariz tipikal cowok yang amat sangat nggak punya keberanian untuk membantah kata-kata ibunya. Seperti contoh, dia dibatasi main computer hanya pada saat weekend dan dia benar-benar mematuhinya.
- Fariz bukan cowok yang gampang berteman dengan cewek. Oh, bahkan dia nggak punya temen deket cewek sama sekali. Gue tahu dia jarang berinteraksi sama cewek, kebayang kan segimana merasa spesialnya diri gue ini? Toh gue nggak suka sama cowok yang temen ceweknya dimana-mana, terus yang ngetreat temen ceweknya berlebihan.
- IQ >130, biasanya diklasifikasikan sebagai jenius. IQ Fariz 138, dua tingkat diatas gue, ya pokoknya gue suka cowok yang lebih cerdas daripada gue. Tapi diatas itu gue nggak menjadikan nilai akademis sebagai tolak ukur. Sederhana aja, orang yang wawasannya luas pasti cara chattingannya berbeda.
- Gamers. Katanya cowok gamers setia? Untuk kasus gue, gue setuju 99%.
- Karena dia gamers dia jago Bahasa Inggris dan IT, OK I’m so proud of him .
- Sabar. For God’s sake hampir 4 tahun pacaran nggak pernah sekalipun Fariz marah!
- Tulus. Dia bukan tipikal cowok modus, jadi setiap perkataan dan pujian yang dia lontarkan buat gue tuh rasanya tulus banget, dan dia emang benar-benar tulus.
- Jujur. Dia bahkan benar-benar bilang kalau gue lagi
iteman. Hiks.
Oke itulah 15 alasan dari sekian banyak alasan yang tidak bisa diungkapkan lewat tulisan. Once I have told everyone that the rest of how I feel is a conversation between our heart. Sorry for become so emotional, I hope he won't read it because it's so embarrassing.
Sebagai lampiran gue akan menyisipkan beberapa potrait tentang dirinya.
![]() |
| Wearing Pramita SHS uniform |
![]() |
| He was unlucky for not having his favorite drinks (He is a big fan of any beverages which contain peach fruit) |
![]() |
| Sweet 17th, celebrated by his sweet parents |
![]() |
| Graduation picture, I'm not the one who took that picture tbh |
![]() |
| Now he is officially colleger |
![]() | |||
| Fariz gaming, huh? |
That's all. Thank you for allocating your time to read this story. Have a good day everyone xoxo!









